
Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Buleleng mengembangkan SI-Konseling Pro, sebuah aplikasi berbasis web yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.
Aplikasi ini dirancang untuk membantu proses konseling dengan memadukan AI, teknologi EEG (electroencephalography), serta pendekatan yang mengangkat kearifan lokal Bali. Kombinasi teknologi tersebut diharapkan dapat membantu memberikan gambaran kondisi siswa sebagai salah satu bahan pendukung dalam proses konseling.
SI-Konseling Pro juga menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi dalam memperkuat layanan pendidikan dan perlindungan anak. Dengan sistem digital, proses pemantauan dan pendampingan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur oleh pihak yang berwenang di lingkungan sekolah.
Pengembangan aplikasi ini menunjukkan bahwa teknologi AI tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan bisnis atau produktivitas, tetapi juga memiliki potensi untuk mendukung sektor pendidikan dan perlindungan anak. Meski demikian, penerapannya tetap membutuhkan pendampingan tenaga profesional serta memperhatikan keamanan dan privasi data siswa.
Kehadiran SI-Konseling Pro menjadi contoh inovasi akademisi Indonesia dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman. Pengembangan lebih lanjut diharapkan dapat meningkatkan manfaat aplikasi dalam mendukung layanan konseling dan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

Mengelola transaksi setiap hari dapat menjadi tantangan bagi pemilik usaha, terutama ketika pencatatan masih dilakukan secara manual. Mulai dari mencatat barang yang terjual hingga menghitung transaksi, pekerjaan tersebut dapat menyita waktu dan berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan.
Di tengah kebutuhan bisnis yang semakin cepat, APOSERBA hadir sebagai solusi digital untuk membantu pemilik usaha mengelola aktivitas penjualan dengan lebih praktis. Aplikasi ini dapat digunakan untuk membantu proses transaksi jualan secara digital, sehingga pencatatan tidak lagi harus bergantung pada buku atau catatan manual.
Dengan APOSERBA, proses transaksi dapat dilakukan dalam satu sistem yang lebih terorganisir. Pemilik usaha dapat mengelola aktivitas penjualan dengan lebih mudah, sehingga pekerjaan administratif yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat menjadi lebih sederhana dan efisien.
Keberadaan APOSERBA juga dapat membantu pemilik usaha mendapatkan proses kerja yang lebih terukur. Ketika transaksi dikelola secara digital, aktivitas penjualan menjadi lebih mudah dipantau dan dikelola. Hal ini memberikan kesempatan bagi pemilik usaha untuk mengurangi waktu yang tersita untuk pekerjaan pencatatan dan menggunakannya untuk melayani pelanggan serta mengembangkan usaha.
APOSERBA bukan sekadar alat untuk mencatat transaksi, tetapi menjadi bagian dari langkah digitalisasi usaha. Dengan membantu proses transaksi jualan secara lebih praktis dan terstruktur, APOSERBA memungkinkan pemilik usaha meninggalkan kerumitan catatan manual dan lebih fokus pada pertumbuhan bisnis. Saatnya memanfaatkan teknologi agar pekerjaan lebih mudah, terukur, dan siap berkembang.
Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ingin-bisnis-lebih-praktis-ini-rahasianya

Perkembangan teknologi mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan proses akademik yang lebih praktis dan terintegrasi. Aktivitas seperti pembelajaran, bimbingan, hingga pelaksanaan ujian dapat didukung melalui sistem digital sehingga pekerjaan akademik menjadi lebih mudah dikelola dan terukur.
Salah satu platform yang dapat mendukung kebutuhan tersebut adalah Ruang Dosen. Platform digital ini dirancang untuk membantu aktivitas akademik dengan menyediakan akses bagi mahasiswa maupun dosen dalam satu ekosistem. Pemanfaatan sistem digital dapat menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan pada proses administrasi yang masih dilakukan secara manual.
Bagi mahasiswa, Ruang Dosen menyediakan mekanisme login menggunakan nomor handphone dan kata sandi. Sementara itu, dosen dapat melakukan registrasi dengan melengkapi sejumlah informasi seperti nomor handphone, email, NIP, nama, serta data kampus. Mekanisme tersebut membantu setiap pengguna memperoleh akses sesuai dengan kebutuhannya.
Ruang Dosen juga dapat mendukung pelaksanaan ujian berbasis Computer Based Test (CBT). Dengan sistem digital, proses akademik dapat dikelola secara lebih terstruktur sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih praktis bagi mahasiswa dan dosen.
Pada akhirnya, digitalisasi pendidikan bukan hanya tentang mengganti kertas dengan layar, tetapi tentang menciptakan proses akademik yang lebih mudah, terukur, dan siap dikembangkan. Melalui Ruang Dosen, perguruan tinggi dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas akademik sekaligus meningkatkan efisiensi dan pengalaman belajar.

Di tengah kebutuhan komunikasi yang semakin cepat, bisnis dan organisasi membutuhkan cara yang lebih praktis untuk menyampaikan informasi kepada banyak pelanggan. Pengiriman pesan secara manual dapat membutuhkan waktu dan tenaga, terutama ketika informasi harus disampaikan secara serentak. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah untuk membuat komunikasi lebih efisien dan terstruktur.
WhatsApp Blasting (BWI Blasting) merupakan platform digital berbasis aplikasi yang dikembangkan oleh PT Bengkel Web Indonesia untuk membantu bisnis dan organisasi mengirimkan pesan WhatsApp kepada banyak penerima secara massal, cepat, dan efisien. BWI sendiri menyediakan berbagai solusi digital untuk membantu organisasi membangun sistem yang lebih terukur dan mudah dikembangkan.
BWI Blasting dapat mendukung berbagai kebutuhan komunikasi, mulai dari aktivitas pemasaran, penyebaran promosi, pengumuman atau pemberitahuan, hingga layanan pelanggan. Dengan pengelolaan komunikasi dalam satu sistem, aktivitas broadcast dapat disiapkan dengan lebih terorganisir sehingga penyampaian informasi kepada pelanggan menjadi lebih terstruktur.
Bagi bisnis, komunikasi yang terarah dapat membantu menjaga hubungan dengan pelanggan sekaligus membuat aktivitas penyampaian informasi lebih efisien. Teknologi seperti WA-Blasting dapat menjadi bagian dari proses digitalisasi yang membantu pekerjaan dilakukan secara lebih mudah, terukur, dan siap dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.
Ingin mengetahui lebih lanjut? Kenali fitur dan manfaat WA-Blasting (BWI Blasting) sebagai salah satu solusi untuk mendukung komunikasi digital yang lebih efisien dan terarah melalui PT Bengkel Web Indonesia.
Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/mau-tahu-solusi-komunikasi-digital-yang-efisien-dan-terukur

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mulai 1 September 2026 memberlakukan penutupan sementara kegiatan wisata pendakian di sejumlah kawasan konservasi yang memiliki risiko tinggi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan tersebut ditetapkan sebagai langkah pencegahan sekaligus untuk menjaga keselamatan wisatawan dan mendukung penanganan kebakaran. (Kehutanan)
Sembilan kawasan yang masuk dalam kebijakan penutupan sementara tersebut adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kerinci Seblat, Gunung Ciremai, Tambora, Manusela, Bukit Baka Bukit Raya, Gunung Gede Pangrango, Gunung Leuser, serta Taman Nasional Lorentz pada jalur tertentu. Dengan kebijakan ini, wisatawan perlu memperhatikan status kawasan sebelum merencanakan pendakian. (Lentera.co)
Kemenhut menjelaskan bahwa kebakaran di sejumlah kawasan konservasi turut membuat sumber daya penanganan karhutla harus dibagi. Bahkan, beberapa helikopter water bombing yang sebelumnya diprioritaskan untuk penanganan karhutla di enam provinsi harus dikerahkan ke kawasan taman nasional yang mengalami kebakaran. (Antara News Gorontalo)
Selain penutupan, pemerintah juga menerapkan pembukaan secara terbatas di beberapa kawasan dengan tingkat risiko sedang, yaitu Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang atau Argopuro, serta Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Pembukaan dilakukan dengan pengawasan lebih ketat dan pembatasan pada zona yang dinilai aman. (Kehutanan)
Kemenhut menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat dinamis dan akan dievaluasi berdasarkan kondisi cuaca serta tingkat risiko kebakaran. Bagi wisatawan yang berencana mendaki, penting untuk selalu memeriksa informasi resmi mengenai status kawasan sebelum melakukan perjalanan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keselamatan pengunjung sekaligus melindungi kelestarian kawasan konservasi Indonesia. (Kehutanan)

Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Jumat malam, 28 Agustus 2026. Gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut mengalami erupsi berupa awan panas guguran pada pukul 21.22 WIB. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), awan panas tersebut meluncur dengan jarak sekitar 2.000 meter ke arah barat daya. Peristiwa ini menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi.
Awan panas guguran merupakan salah satu bahaya utama dari aktivitas Gunung Merapi. Material vulkanik yang bergerak turun dari lereng dengan suhu tinggi dapat meluncur mengikuti lembah atau alur sungai dan membahayakan wilayah di sekitarnya. Pada kejadian 28 Agustus tersebut, arah luncuran menuju sektor barat daya. Sejumlah laporan juga menyebut aktivitas Merapi masih didominasi oleh guguran lava ke arah sektor yang sama, sehingga masyarakat perlu memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung.
Aktivitas tersebut terjadi ketika status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana perlu meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi batas-batas wilayah yang telah ditetapkan oleh otoritas kebencanaan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas di daerah yang berpotensi terdampak langsung oleh awan panas, guguran lava, maupun bahaya vulkanik lainnya. Informasi mengenai perubahan aktivitas sebaiknya diperoleh dari BPPTKG, Badan Geologi, dan pemerintah daerah.
Erupsi Merapi juga kembali menunjukkan pentingnya sistem pemantauan gunung api di Indonesia. Aktivitas vulkanik dapat berubah sehingga pemantauan secara terus-menerus diperlukan untuk memberikan informasi dan peringatan kepada masyarakat. Pada Sabtu pagi, 29 Agustus 2026, Merapi bahkan kembali dilaporkan meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar 2.000 meter menuju arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih. Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Merapi masih perlu diwaspadai.
Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diharapkan tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi bahaya. Warga dan wisatawan sebaiknya mengikuti rekomendasi resmi mengenai kawasan yang aman, menghindari area yang dinyatakan berbahaya, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Erupsi pada 28 Agustus 2026 menjadi pengingat bahwa Gunung Merapi merupakan gunung api aktif yang membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan berkelanjutan dari masyarakat maupun pemerintah.

Banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, kini mulai berangsur surut. Setelah debit air menurun, warga di kawasan terdampak mulai kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur, sampah, dan sisa material yang terbawa arus banjir. Aktivitas gotong royong terlihat di berbagai lingkungan sebagai upaya mempercepat pemulihan kondisi pascabencana.
Selama banjir terjadi, genangan air sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan sejumlah ruas jalan sulit dilalui. Beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat tingginya debit air yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Selain membersihkan fasilitas umum, petugas juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor.
Meski kondisi mulai membaik, proses pemulihan diperkirakan masih membutuhkan waktu hingga seluruh lingkungan kembali bersih dan aktivitas masyarakat berjalan normal. Warga berharap cuaca tetap bersahabat agar proses pembersihan dapat berlangsung lancar dan tidak terjadi banjir susulan dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi kualitas udara di Kabupaten Sarolangun, Jambi, memburuk akibat kabut asap. Pemerintah Kabupaten Sarolangun kemudian mengambil langkah antisipasi dengan mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi pembelajaran daring mulai Kamis, 27 Agustus 2026. Kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan. (radarjambi.co.id)
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sarolangun Nomor 100.3.4.2/756/Disdikbud/VIII/2026. Aturan tersebut ditujukan kepada satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP di wilayah Kabupaten Sarolangun sebagai respons terhadap kondisi udara yang dinilai sudah tidak sehat. (radarjambi.co.id)
Berdasarkan hasil uji laboratorium tertanggal 26 Agustus 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah tersebut berada dalam kategori Tidak Sehat, yaitu pada rentang 101–200. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran. (kabarsarolangun.com)
Selama pembelajaran daring berlangsung, siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah. Guru dan tenaga kependidikan juga dapat melaksanakan kegiatan mengajar maupun memberikan materi dari rumah melalui konferensi video atau sarana komunikasi daring lainnya. Sekolah juga diminta menunda kegiatan yang melibatkan banyak peserta secara langsung selama kualitas udara masih belum membaik. (radarjambi.co.id)
Pembelajaran daring tersebut berlaku mulai 27 Agustus 2026 hingga terdapat informasi terbaru dari Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait mengenai kondisi kualitas udara. Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap seluruh satuan pendidikan mengikuti kebijakan tersebut sambil terus memantau perkembangan kabut asap dan kondisi lingkungan di wilayah setempat. (sarolangun-independent.com)

Kemandirian ekonomi desa kini bukan lagi sekadar wacana. Di era transformasi digital, penguatan pilar ekonomi warga seperti Koperasi Desa dan BUM Desa memerlukan terobosan nyata agar mampu bersaing dan mengelola potensi lokal secara maksimal. Salah satu langkah strategis untuk mewujudkannya adalah dengan beralih dari pola operasional konvensional menuju tata kelola berbasis teknologi.
Hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, aplikasi MERPATI SIKADES menjadi solusi cerdas yang dirancang khusus untuk mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis semangat gotong royong. Platform ini menjembatani nilai-nilai kebersamaan warga dengan efisiensi sistem modern.
Mengapa Koperasi dan BUM Desa Harus Beralih ke Digital?
Pencatatan manual yang selama ini diterapkan di banyak desa sering kali menyisakan berbagai kendala operasional. Hambatan ini kerap memperlambat akselerasi usaha warga, di antaranya:
Risiko Human Error: Pencatatan transaksi dan pembukuan di kertas rentan terhadap kesalahan hitung.
Potensi Fraud dan Ketidaktransparanan: Manajemen keuangan tanpa audit digital lebih berisiko mengalami manipulasi data.
Lambatnya Pengambilan Keputusan: Laporan keuangan yang terlambat disajikan membuat pengurus kesulitan melihat kondisi kesehatan usaha secara real-time.
Saat Nya Naik Kelas Lewat Sentuhan Teknologi
Melalui integrasi platform MERPATI SIKADES, Koperasi Desa dan BUM Desa terdorong untuk naik kelas secara bertahap. Sistem ini memastikan setiap aktivitas perekonomian desa berjalan secara transparan dan akuntabel.
Meminimalisir Kesalahan & Kecurangan: Pembukuan otomatis menutup celah manipulasi data dan menekan angka kesalahan pencatatan transaksi.
Pengelolaan Potensi yang Efisien: Data komoditas, keanggotaan, hingga alokasi unit usaha dapat dipantau dari satu dashboard terpadu.
Membangun Kepercayaan Warga: Transparansi laporan keuangan menguatkan partisipasi aktif dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga desa.
Pada akhirnya, teknologi hadir bukan untuk merumitkan, melainkan untuk memastikan setiap pekerjaan menjadi lebih mudah, terukur, dan siap dikembangkan. Bersama MERPATI SIKADES, modernisasi tata kelola ekonomi desa dapat terwujud tanpa menghilangkan esensi gotong royong yang menjadi akar kekuatan warga.
Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/solusi-cerdas-mendorong-kemandirian-ekonomi-lokal

